Pagi itu ..” Niat Baik saja Belum Cukup”

Selasa, 09 April 2013, Mahasiswa STEI SEBI, Depok kelas Akuntansi Syariah 2010 A, Semester 6 mendapat pelajaran berharga dari seorang Dosen mata kuliah Akuntansi Asuransi Syariah. Sebelum memulai mata kuliah ini, ada beberapa kejadian yang kurang baik, sehingga sampai beliau berkata : “Niat baik saja belum cukup,, akhii,, ukhtii ..”. 

Pernah baca buku yang judulnya “Iqra” ? didalamnya ada sebuah dialog antara seorang nenek yang rajin dengan sang cucunya yang rasa ingin tahunya sangat tinggi. Ketika sang nenek sedang menjahit pakaian, si cucu tergerak ingin membantu sang nenek, karena rasa ingin tahu dan simpatiknya yang tinggi. Sang nenek terlihat sangat pandainya menjahit namun tetap tubuhnya sudah terlihat tidak sehat, si cucu merasa simpatik dan berkata :” Nek, mari aku bantu kau menjahit”. Nenek itu hanya memberikan senyuman hangat kepada cucunya. Cucunya merasa heran dan sedikit kesal karena niat baiknya itu tidak ditanggapi. Lalu dengan lemah lembut, nenekya berkata hangat :” Dengan apa kamu membantu nenek nak? apakah dengan niat baik mu itu ?. Cucunya merasa heran dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan neneknya, ” Niatku baik nek, ingin membantu nenek, Insya Allah dengan niat baikku ini, Allah permudahkan segala sesuatunya”. Sang cucu memang seorang anak yang pandai dan cerdas, dengan rasa ingin tahunya yang besar, ia sanggup mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang awalnya membuat dirinya kalang kabut kebingungan untuk menjawab semua teka teki kehidupan itu. Nenek itu hanya menatap sebentar dan terus memberikan senyuman hangatnya, lalu sambil terus menjahit sang nenek berkata : “Nenek kagum dengan jawabanmu itu nak, nenek bukan tidak ingin kau membantu, namun niat baikmu saja belumlah cukup untuk membantu nenek menjahit pakaian ini, tidak mungkin  nenek membiarkan cucu kesayangan nenek tertusuk jarum tajam karena menggunakan jarum jait yang tajam ini tanpa ada keahlian untuk menggunakannya, mungkin saja bisa jadi pakaian ini tidak akan selesai atau bila selesai pun pakaian ini tidak terlihat sempurna (bagus). Niat baikmu itu bagus, lebih bagus bila kau memiliki strategi dan keahlian untuk mengamalkan niat baik mu itu, maka Allah akan lebih mempermudah segala urusanmu”. Kini sang cucu mengerti apa yang dimaksudkan oleh neneknya. Ia sangat beruntung,walaupun kehidupan materinya sangat tidak memadai, ia memiliki nenek yang sangat sayang kepadanya, meski nenek bukanlah seorang profesor dan ulama, bahkan tak pernah menduduki bangku kuliah. Namun nenek selalu memberinya pengetahuan yang sangat berarti dari pengalaman hidupnya. Dalam hati sang cucu bertekad akan lebih giat belajar sehingga ia memiliki banyak keahlian agar dapat merealisasikan niat baiknya untuk membantu banyak orang, agar yang dilakukannya kelak tidak akan berupa kesalahan besar karena pengetahuan yang kurang.

Sering kali orang dengan berbekal niat baik saja dan berdalil akan mendapatkan pertolongan dari Allah, orang tersebut melupakan akan pentingnya strategi. Bukan berarti kita jadi tidak yakin akan pertolongan Allah, namun secara sunnatullan strategi sangatlah penting dan umum berlaku untuk kehidupan. Banyak bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang baik dikalahkan dengan mudah oleh orang-orang jahat.

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri berusaha mengubah nasibnya”. Bahkan ikhtiar dengan sungguh-sungguhpun belum tentu berhasil jika tidak diiringi dengan strategi yang baik. Ingat kisah pada masa Rosulullah saw ketika menjalani perang Uhud? Rosulullah memperlihatkan kejadian besar bahwa kaum berfimanpun akan mudah dikalahkan jika salah dalam strategi perang. Pada waktu itu Rosulullah menawarkan strategi perang untuk perang didalam kota, namun banyak sahabat tidak setuju dan menginginkan perang diluar kota. Rosulullah adalah orang yang cerdas dan mencintai para sahabatnya. Lalu perang itu terjadi di luar kota, akibat tergoda dengan ghanimah, ketika kaum muslimin mengambil harta rampasan perang itu kaum kafir memanahnya dari atas dalam kota sehingga banyak kaum muslimin yang mati terbunuh. Jumlah kaum muslimin saat itu jauh melampaui jumlah kaum kafir. Rosulullah memberikan pelajaran yang besar untuk kaumnya, bahwa niat baik yang tidak diiringi strategi yang baik akan menimbilkan kehancuran.

Niat baik belumlah cukup. Sering terjadi orang yang baik hati ingin menolong menjadi bual-bualan penipuan. Niatnya baik menolong, eh akhirnya dirampok. Walau niat baik akan mendapatkan pahala, namun tidak serta merta mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. Niat baik harus dibarengi dengan strategi. Kecerdasan spiritual (SQ) harus dibarengi dengan kecerdasan power (PQ).

Sering terjadi pula, tak jauh dari kisah nenek dengan cucuknya diatas. Usaha bisnis bersama yang dijalankan dengan orang-orang berniat baik. Tidak ada keterampilan manajemen. Tidak ada strategi dalam pemasaran. Tidak ada kemampuan pengelolaan uang. Cukup berdoa dan kerja keras. Akibatnya usaha tersebut rugi seiring berjalannya waktu.

Itulah mengapa kita perlu menyeimbangkan karakter dan kompetisi. Kesalehan (SQ) perlu diimbangi dengan kecerdikan power (PQ). Kepasrahan seorang hamba kepada Allah swt perlu dibarengi dengan kecerdikan siasat dalam peperangan. Seperti yang telah dicontohkan oleh para petinggi islam : Khalid Bin Walid, Salman Al Farisi,Shollahudin Al Ayyubi, sama halnya dengan kecerdasan Rosulullah Muhammad Saw dan para Khulafa Al Rasyidin, ratusan tahun yang lalu.

Kalau segala sesuatu dapat diubah dengan hanya berniat, mengapa Rosulullah saw harus rela dimaki untuk meninggikan Islam, difitnah, bahkan harus berperang dengan orang? Manusia No.1 dimata Allah saja mengajari kita untuk selalu mengiringi niat baik dengan gerakan yang baik dan berjuang untuk menggapai perubahan masa kita  (saya) yang banyak sekali dosanya hanya modal niat untuk menggapai cita-cita dan perubahan. Wallahualam bis shawab.. Semoga bermanfaat dari kisah yang berawal tidak baik membuahkan hikmah yang sangat baik didalamnya.

dipost oleh : Muthmainnah Fillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s